Mimbar Jumat : Al-Maghrur
Ikhwatu iman rahimakumullah! Banyak orang yang tertipu pandangannya, sehingga memandang kebaikan, kehormatan dan kemulyaan yang diberikan oleh Allah itu diukur dengan jumlah harta, keuddukan, jabatan, dan pengikut. Padahal tidaklah bertambah harta, meningkatnya kedudukan atau bertambah jumlahnya pengikut (pendukung), kecuali bertambah beban yang harus dipikul, jika tidak siap tenaga untuk memikulnya tentu akan hancur di tengah jalan. Banyak kisah dalam Al Quran yang harus dijadikan ibrah bagi setiap insan agar tidak tertipu pandangannya. Misalnya kisah Fir'aun, jika dipandang hartanya ia terkaya di negrinya, jika dipandang kedudukan, ialah yang paling tinggi, tetapi akhirnya bukan kebaikan dan kemulyaan yang didapatkan, melainkan kehancuran dan kehinaan dunia dan akhirat. Meskipun demikian bukan berarti kemiskinan itu kemuliaan, karena banyak pula orang yang miskin lagi hina. Kita perlu melihat sejarah di zaman Rasulullah saw., khususnya kehidupan sebagian para sahabat Rasulullah sa…